Biografi steve jobs bahasa indonesia pdf

 
    Contents
  1. Steve Jobs
  2. Walter Isaacson
  3. Steve Jobs' Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture
  4. Steve Jobs Biography and Book | Free Ebook

Biografi Steve Jobs Pdf. Biografi Steve Jobs Biografi Steve Jobs - Yang menceritakan bagaimana Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun. Setelah bergulat. Steven Paul Jobs was an American business magnate and investor. He was the chairman, chief executive officer (CEO), and co-founder of Apple Inc.; chairman. Steve Jobs is the authorized self-titled biography book of Steve Jobs. The book was written at .. Create a book · Download as PDF · Printable version.

Author:MARLEEN STOTESBERRY
Language:English, Spanish, German
Country:Niger
Genre:Academic & Education
Pages:145
Published (Last):24.02.2016
ISBN:213-9-23841-860-6
Distribution:Free* [*Register to download]
Uploaded by: FIDELA

67783 downloads 103860 Views 35.73MB PDF Size Report


Biografi Steve Jobs Bahasa Indonesia Pdf

Steve Jobs Biography and Book Steve Jobs. Title: Biografi Steve Jobs Bahasa Indonesia. By: Walter File paidestparpoisun.gq The Exclusive. Steve Jobs téh nu nyekel saham pribadi pangbadagna di Walt Disney Company An old saying at Apple Computer, attributed to Steve Jobs, meaning that it is. I'd like to recommend the place where everyone could probably find biografi steve jobs bahasa indonesia pdf to word, but probably, you would.

Sesudah standford menggunggah video dan teksnya, sambutan Jobs jadi begitu terkenal. Videonya menjadi video sambutan wisuda yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah, Pidato itu berisi tiga tema utama-kehidupan, cinta, dan kematian-bersesuaian dengan awal, pertengahan, dan akhir hidupnya. Jobs meroket sepanjang hidup karena tahu hidup itu pe Pada 12 Juni , Steve Jobs memberikan sambutan wisudanya yang pertama dan satu-satunya di hadapan para mahasiswa Standford University angkatan ke Jobs meroket sepanjang hidup karena tahu hidup itu pendek; ia sering berkata ingin "meninggalkan jejak di alam semesta". Ia pun merancang hidupnya sesuai dengan niat itu; dan begitu melihatnya ia juga mengubah dunia kita. Membaca buku ini sebenarnya bagi saya adalah semacam pelengkap setelah saya menonton sebuah film dokumenter keluaran tahun -which is adalah tahun yang sama buku ini diterbitkan fyi saya membaca versi Bahasa Indonesia - berjudul "Steve Jobs: Man in the Machine" yang merupakan suatu footage mengenai perjalanan hidup seorang Jobs mulai dari permulaan hidupnya yang memang tidak biasa hingga menjadi begitu luar biasanya hingga membuatnya mampu merubah dunia. Buku ini bagi saya merupakan suatu penerjemah dari banyak informasi mentah yang saya dapatkan ketika menonton film dokumenter yang saya ceritakan tadi. Ya, saya mungkin mengenal Jobs tapi tak begitu geeky sampai membuat saya mengerti mengenai dunia teknologi yang digelutinya, sekalipun saya tetap dibuat kagum akan filosofi hidupnya baik lewat film maupun buku yang menceritakan tentang sosoknya. Diawal buku Anda akan disuguhi suatu "pengantar" apik yang akan membuat Anda semakin penasaran untuk melanjutkan: "Jobs bukan orator yang membuat hadirin bergelora.

Hingga akhirnya Jobs dan Woz berhasil mengukuhkan perusahaan tersebut dalam jajaran aset dengan nilai tertinggi di dunia, dengan produk-produk handal revolusioner yang mengguncang dunia. Bagian ini pula menceritakan mengenai bahwa kegagalan nampaknya memang sebuah keharusan untuk kelak akan membuahkan kesuksesan. Bahwa Jobs menghadapi banyak hal untuk menjadi Jobs yang kita kenal, untuk selanjutnya menjadi Jobs yang kita kenang hingga hari ini.

Puncaknya adalah ketika ia dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, tentang konflik yang ada dan bagaimana akhirnya masalah tersebut memberikan challenge baru baginya untuk melakukan hal lain yang ia pikir mampu dilakukannya. Hingga akhirnya mendirikan perusahaan baru bertajuk NeXT, melanjutkan kecintaannya pada usaha pembuatan video game , bekerja pada perusahaan Walt Disney hingga Pixar.

Yang terpenting bagi Jobs adalah mencintai apa yang dikerjakan, maka tidak akan masalah seberapapun halangan besar menghadang, kita tahu akan melaluinya selama kita percaya bahwa apa yang kita kerjakan adalah berharga. Segalanya itu bagi Jobs merupakan hal tak ternilai yang kelak amat disyukurinya, yang membuatnya dengan bangga menceritakan kegagalan demi kegagalan yang dihadapinya untuk kemudian membayar mutlak dengan keberhasilan yang mengagumkan.

Steve Jobs

Bagian terakhir dari buku ini sebagaimana disampaikan Jobs dalam pidato aslinya di Stanford University kala itu adalah mengenai kematian. Ia menceritakan bagaimana ia terdiagnosis kanker pankreas dan bahwa ia bahkan tidak tahu pankreas itu apa dan ada dibagian mana dalam tubuhnya. Pada bagian ini ia mengejutkan wisudawan Standford untuk merenungkan kematiannya sendiri.

Bukan untuk memohon simpati, justru Jobs disini dengan bijak mengingatkan bahwa waktu kita di dunia ini tidak banyak, jadi kelak terimalah kematian jika memang sudah saatnya datang.

Walter Isaacson

Terimalah kematian dengan lapang karena kita tahu telah melakukan apa yang kita mau, bahwa kita telah meninggalkan jejak pada dunia. Pada akhirnya saya memberikan empat bintang untuk buku ini, rasanya versi Bahasa Indonesia yang saya baca cukup rapi dan tidak menghilangkan esensi dari bahasa aslinya.

Terlepas dari beberapa bahasan yang mungkin saya sendiri juga kurang paham maknanya karena kaitannya dengan bahasa teknologi yang awam bagi saya, saya menyukai cara penulis bercerita.

Serta penggalan-penggalan kisah hidup Jobs yang dipilih penulis dalam buku ini seakan pas untuk melengkapi tiga poin-poin besar bahasan yang berusaha disampaikan Jobs dalam pidatonya. Bagi saya buku ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu menyukai bahasan biografi atau autobiografi yang terlalu panjang dan bertele-tele. Buku setebal halaman ini rasanya bisa dibaca sekali duduk karena bahasanya ringan dan tidak berat.

Namun bagi penyuka biografi atau autobiografi lengkap mungkin buku ini akan terasa kurang karena bahasannya yang terlalu superfisial. Bagaimanapun, bagi saya buku ini tetap cukup berhasil pada tujuannya untuk menggugah dan menginspirasi. Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read.

Other editions. Enlarge cover. Error rating book.

Refresh and try again. Open Preview See a Problem? Details if other: Thanks for telling us about the problem. Return to Book Page. Steve Jobs' Life By Design: On June 12, , Steve Jobs gave his first—and only—commencement address, to the th graduating class at Stanford University, an audience of approximately 23, They witnessed history: Jobs' minute prepared speech subsequently reached 26 million online viewers worldwide.

It is by far the most popular commencement address in history, framed with "three stories" that On June 12, , Steve Jobs gave his first—and only—commencement address, to the th graduating class at Stanford University, an audience of approximately 23, It is by far the most popular commencement address in history, framed with "three stories" that succinctly summed up the most important lessons Jobs learned in life.

Life-changing lessons, he explained, can only be connected when looking back, which he had done in preparation for his talk.

Steve Jobs' Life by Design starts with Jobs' own words in the text of his talk and expands outward from there. In the address, Jobs gave us the dots, but he didn't have the luxury of time to connect them.

So much about his life, his viewpoint, and his personal and business philosophies were mentioned but not explained. We know what he said, but what actually did he mean? What can we learn from him? This book connects those dots.

We see Jobs' life and career through his own eyes, in context, and in proper perspective. His process of looking back illuminated his life—and by doing so, he serves as an inspiration to illuminate our lives as well.

Steve Jobs' Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture

Get A Copy. Hardcover , pages. More Details Other Editions Friend Reviews. To see what your friends thought of this book, please sign up. Lists with This Book. Community Reviews. Showing Rating details. Sort order. Jul 03, Trish rated it liked it Shelves: Beahm takes publically available information and quotes from Jobs and gives them depth and context. It is painstaking work, and Beahm treats Jobs more like an oracle than a man. But the book does what good nonfiction should do: Jobs speech was a good one.

It told his audience that although he is lauded today as a success, he did experience failure. He tells them if they have something they love to do, failure is just part of the process, and necessary. And he says love is central to the meaning in our lives. Finally, Jobs tells us Memento mori: Remember that you will die.

Be daring. I am most interested to start that as soon as possible. I received an advance of this title from librarything. View 1 comment. Jul 22, Cheryle rated it really liked it.

Jobs meroket sepanjang hidup karena tahu hidup itu pe Pada 12 Juni , Steve Jobs memberikan sambutan wisudanya yang pertama dan satu-satunya di hadapan para mahasiswa Standford University angkatan ke Diawal buku Anda akan disuguhi suatu "pengantar" apik yang akan membuat Anda semakin penasaran untuk melanjutkan: Dia tampak gelisah selagi mendekati podium.

Namun, selagi berpidato, suaranya menjadi makin bertenaga, seperti seseorang yang tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar dan sangat penting. Lalu terjadi sesuatu yang tak biasa: Cerita pertama ini ditutup Beahm dengan mengutip kiranya satu paragraf pidato Jobs mengenai titik-titik yang terhubung, dengan versi aslinya kira-kira seperti ini "you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backward.

So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. Kematian Bagian terakhir dari buku ini sebagaimana disampaikan Jobs dalam pidato aslinya di Stanford University kala itu adalah mengenai kematian. Jadi, jangan menjalani hidup orang lain, jangan hidup dalam pemikiran orang lain.

Steve Jobs Biography and Book | Free Ebook

Yang terpenting, beranilah mengikuti hati dan intuisi kita karena mereka tahu apa yang kita inginkan. Yang lainnya? When jobs gave his only commencement address at Stanford it was obvious that it will be one of the best speeches ever but, little did we knew was about why he said whatever he said. The story of between the lines is very well illustrated by George. And for those who are too lazy to read Walter Isaacson's steve jobs must go through this as it is just like a window into the minds of Mr Perfectionist.

Een biografie light over Steve Jobs, met diens Stanford 'commencent address' als kapstok. De korte hoofdstukken zijn vlot leesbaar en worden veelvuldig ondersteund door quotes van zowel Jobs zelf zinnetjes uit de speech als directe betrokkenen bij de gebeurtenissen. Zo valt de schrijver een paar keer te veel in herhalin Een biografie light over Steve Jobs, met diens Stanford 'commencent address' als kapstok. Zo valt de schrijver een paar keer te veel in herhaling.

Verder is de auteur duidelijk een uitgesproken fan van Steve Jobs en zijn werk, dus veel kritische noten hoef je hier niet te verwachten. Op zich een tof boek als introductie, maar ook niet veel meer dan dat. May 26, Jim Cabaj rated it it was amazing. Millions of people have watched on YouTube as Steve Jobs gives one of the greatest commencement speeches at Stanford University. But do you know the stories behind that famous graduation address?

A must before and while you are reading this book is to watch the YouTube clip. You learn as reading to connect the dots in Steve Jobs life and what he has done to influence the world. A Memoir Based on a True Story. This Changes Everything: Capitalism vs.

The Climate. The Emperor of All Maladies: A Biography of Cancer. Smart People Should Build Things: The World Is Flat 3. A Brief History of the Twenty-first Century. Jump to Page. Search inside document. Top Nonfiction on Scribd View More. Top Fiction on Scribd View More.

The Sympathizer: A Novel Pulitzer Prize for Fiction. Lovers at the Chameleon Club, Paris A Novel.